Advertise

Terimakasih telah mengunjungi Blog kami

Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan. Jln D.I.Panjaitan No.144, Telp. 061.4148722,4526225,4523376, Fax 4579443, Medan 20119

Terimkasih telah mengunjungi Blog kami

Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan. Jln D.I.Panjaitan No.144, Telp. 061.4148722,4526225,4523376, Fax 4579443, Medan 20119

Terimakasih telah mengunjungi Blog kami

Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan. Jln D.I.Panjaitan No.144, Telp. 061.4148722,4526225,4523376, Fax 4579443, Medan 20119.

Terimakasih telah mengunjungi Blog kami

Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan. Jln D.I.Panjaitan No.144, Telp. 061.4148722,4526225,4523376, Fax 4579443, Medan 20119.

Terimakasih telah mengunjungi Blog kami

Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan. Jln D.I.Panjaitan No.144, Telp. 061.4148722,4526225,4523376, Fax 4579443, Medan 20119.

Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Mei 2012

OLAH RAGA PADA PENDERITA DIABETES TIPE 2

Oleh dr.Muhammad Irfan Lubis 
PENDAHULUAN
Secara epidemiologi, diperkirakan bahwa pada tahun 2030 prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia mencapai 21,3 juta orang (Diabetes Care, 2004). Sedangkan hasil Riset kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, diperoleh bahwa proporsi penyebab kematian akibat DM pada kelompok usia 45-54 tahun di daerah perkotaan menduduki ranking ke-2 yaitu 14,7%. Dan daerah pedesaan, DM menduduki ranking ke-6 yaitu 5,8%. 1
Diabetes Melitus terdiri dari dua tipe yaitu tipe pertama DM yang disebabkan keturunan dan tipe kedua disebabkan life style atau gaya hidup.1  DM tipe 2 berperan pada lebih dari 90 persen kasus diabetes 2
Mengendalikan  Diabetes sangatlah penting dilaksanakan sedini mungkin, untuk menghindari biaya pengobatan yang sangat mahal. Bahkan semenjak anak-anak dan remaja, gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi banyak sayur dan buah, membiasakan olah raga dan tidak merokok merupakan kebiasaan yang baik dalam pencegahan Diabetes Melitus. 1

DM TIPE 2
Resistensi insulin dan sekresi insulin yang abnormal merupakan sebab utama terjadinya DM tipe 2 sehingga Diabetes Melitus tipe 2 didefenisikan sebagai gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, peningkatan produksi glukosa hati, dan gangguan metabolisme lemak. Resistensi insulin menyebabkan penurunan kemampuan insulin untuk bekerja pada target organ (khususnya otot, hati dan lemak), yang disebabkan oleh gangguan genetik, dan obesitas. Hal ini menyebabkan tidak masuknya glukosa ke dalam organ dan peningkatan produksi glukosa hati yang menyebabkan peninggian glukosa dalam darah (Schteingart, 2006). 3
Pada awalnya resistensi insulin masih belum bisa menyebabkan diabetes secara klinis karena sel beta pankreas masih dapat mengkompensasi keadaan ini dan terjadi suatu hiperinsulinemia dan glukosa darah masih normal atau baru sedikit meningkat. Kemudian setelah terjadi ketidaksanggupan sel beta pankreas akan terjadi diabetes melitus secara klinis, yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar glukosa darah (Soegondo, 2006). 3
Tidak seperti DM tipe 1 yang disebabkan penyakit autoimun, DM tipe 2 sangat erat kaitannya dengan faktor  life style atau gaya hidup, terutama diet dan olahraga. 2
HUBUNGAN  OLAHRAGA  DENGAN  DM TIPE 2 
Penelitian terakhir telah menempatkan olahraga dalam mencegah, mengendalikan dan membantu menterapi  diabetes karena dapat menurunkan resistensi insulin. Setelah menjalani latihan teratur, respon sel tubuh terhadap insulin dan pengambilan glukosa dari darah menjadi lebih baik. Olahraga juga membantu menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler (jantung-pembuluh sarah), kadar kolesterol dan lemak tubuh. Dan setiap penurunan 10 pon berat badan, akan terjadi perbaikan sensitivitas insulin sebesar 20 persen. 2,4

OLAHRAGA BAGI PENDERITA DM TIPE 2
Tabel 1. Analisis Jenis Latihan fisik dalam kaitanya dengan Patofisiologi Diabetes Jenis
Latihan Patofisiologi Diabetes Intervensi 5


Jenis Latihan
Patofisiologi
Diabetes
Intervensi
Anaerobik
Peningkatan kadar gula darah (DM
tipe 1 dan 2)

Latihan anaerobik memicu penggunaan
karbohidrat dalam sel otot skelet dengan jalan
meningkatkan transport glukosa non-nsulin
melewati mekanisme pemacuan glucose
transporter 4. (Thomas et.al: 2007)

Aerobik
Penurunan sensitivitas Insulin
pada reseptor akibat obesitas (DM tipe 2)









Komplikasi kardiovaskular (DM tipe 1 dan 2)
Latihan aerobik meningkatkan sparring
penggunaan lemak sebagai sumber energi.
Sensitivitas reseptor insulin dapat ditingkatkan karena penimbunan lemak pada membran sel
berkurang (De Feyter et.al: 2007)

Meningkatkan ketahanan kardiovaskular sehingga
menurunkan resiko gangguan kardiovaskular
(Zinman et.al: 2003).


 Perlu diperhatikan:
-          Aktivitas aerobik 30 menit dilanjutkan sampai 60 menit hampir setiap hari
-          Frekwensi Denyut Jantung  meningkat sampai 60-70 % Denyut Jantung istirahat
-          Meliputi pula pemansan dan pendinginan
-          Melibatkan otot- otot utama
-          Exercise harus dilakukan terus menerus.
-          Perlu latihan kekuatan
-          Penderita dengan masalah kaki disarankan menghindari lari
-          Gunakan sepatu yang baik
-          Jika menggunakan insulin, hindari olahraga saat KGD dibawah 100 mg% atau >250 mg%
-          Tidak menyuntikkan insulin pada otot yang akan digunakan
-          Hindari dehidrasi
   

2.      Fit Facts. The American Council On Exercise. Diambil dari URL:
http://www.acefitness.org/

 repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22453/.../Chapter%20II.pdf

  1. Kriska, Andrea. Physical Activity and the Prevention of Type II (Non–Insulin-Dependent) Diabetes . University of Pittsburgh. Originally Published as Series 2, Number 10, of the PCPFS Research DIGEST.
  2. Arovah, NI . Olahraga Terapi dan Rehabilitasi. Program Studi Ilmu Keolahragaan
Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Yogyakarta

Senin, 02 April 2012

GIZI PADA LANSIA (LANJUT USIA) DENGAN HIPERTENSI


dr.Muhammad Irfan Lubis
Menjadi lansia secara alami akan dialami oleh setiap orang. Prosesnya tidak dapat dihindari, dicegah atau ditolak, kecuali bagi mereka yang ditakdirkan meninggal pada usia muda.
Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan metabolisme basal pada orang-orang berusia lanjut menurun sekitar 15 sampai 20 persen. Hal ini terutama disebabkan berkurangnya massa otot. Disamping itu, aktivitas (kerja, olah raga) yang dilakukan oleh lanjut usia umumnya menurun.
BATASAN USIA LANSIA
Batasan  lansia adalah mereka yang telah diatas usia 65 tahun

Menurut Durmin : Young ederly (65-75 tahun), older elderly (75 tahun)
Munro dkk : older elderly dibagi 2, usia 75-84 tahun dan 85 tahun
M.Alwi Dahlan : usia diatas 60 tahun
Menurut usia pensiun : usia diatas 56 tahun
WHO : usia pertengahan (45-59), usia lanjut(60-74), usia tua(75-90), usia sangat  tua (>90)

Proses menua dapat terlihat secara fisik dengan perubahan yang terjadi pada tubuh dan berbagai organ serta penurunan fungsi tubuh serta organ tersebut. Perubahan secara biologis ini dapat mempengaruhi status gizi pada masa tua.

STATUS GIZI PADA USIA LANJUT
·    Metabolisme basal menurun, kebutuhan kalori menurun, status gizi lansia cenderung mengalami kegemukan/obesitas
· Aktivitas/kegiatan fisik berkurang, kalori yang dipakai sedikit, akibatnya cenderung kegemukan/obesitas
· Ekonomi meningkat, konsumsi makanan menjadi berlebihan, akibatnya cenderung kegemukan/obesitas
·      Fungsi pengecap/penciuman menurun/hilang, makan menjadi tidak enak dan nafsu makan menurun, akibatnya lansia menjadikurang gizi (kurang energi protein yang kronis)
·         Penyakit periodontal (gigi tanggal), akibatnya kesulitan makan yang berserat (sayur, daging) dan cenderung makan makanan yang lunak (tinggi kalori), hal ini menyebabkan lansia cenderung kegemukan/obesitas
·        Penurunan sekresi asam lambung dan enzim pencerna makanan, hal ini mengganggu penyerapan vitamin dan mineral, akibatnya lansia menjadi defisiensi zat-zat gizi mikro
·         Mobilitas usus menurun, mengakibatkan susah buang air besar, sehingga lansia menderita wasir yang bisa menimbulkan perdarahan dan memicu terjadinya anemia
·         Sering menggunakan obat-obatan atau alkohol, hal ini dapat menurunkan nafsu makan yang menyebabkan kurang gizi dan hepatitis atau kanker hati
·         Gangguan kemampuan motorik, akibatnya lansia kesulitan untuk menyiapkan makanan sendiri dan menjadi kurang gizi
·         Kurang bersosialisasi, kesepian (perubahan psikologis), akibatnya nafsu makan menurun dan menjadi kurang gizi
·         Pendapatan menurun (pensiun), konsumsi makanan menjadi menurun akibatnya menjadi kurang gizi
·         Dimensia (pikun), akibatnya sering makan atau malah jadi lupa makan, yang dapat menyebabkan kegemukan atau pun kurang gizi
Masalah gizi yang dihadapi lansia berkaitan erat dengan menurunnya aktivitas fisiologis tubuhnya. Konsumsi pangan yang kurang seimbang akan memperburuk kondisi lansia yang secara alami memang sudah menurun. Dibandingkan dengan usia dewasa, kebutuhan gizi lansia umumnya lebih rendah karena adanya penurunan metabolisme basal dan kemunduran lain seperti diuraikan di atas.
Proses penuaan secara fisiologis membawa konsekuensi terhadap perubahan dan gangguan pada sistem kardiovaskuler, antara lain terjadinya penyakit hipertensi. Hipertensi pada lansia diharapkan bisa dikendalikan melalui pengaturan pola makan atau diet yang tepat, sehingga hipertensi dapat terkontrol dan dampak yang ditimbulkan oleh hipertensi tersebut dapat diminimalisasi. Namun fakta dilapangan menunjukkan gejala yang sebaliknya. Masyarakat belum memahami cara pengaturan diet dan pola makan (diet) yang tepat, sehingga kasus hipertensi bukannya berkurang, tapi justru semakin meningkat, bahkan bisa timbul kasus lain yang justru dapat memperberat hipertensi seperti malnutrisi yang terjadi akibat pembatasan makanan berlebihan untuk mencegah hipertensi.

A. Kandungan Gizi Yang Diperlukan Lansia
1. Karbohidrat
Fungsi karbohidrat adalah penyedia energi. Pada lansia konsumsi gula dibatasi karena:
a. Gula tidak mengandung gizi kecuali zat tenaga. Sedangkan             pada lansia konsumsi zat- zat  gizi lain seperti vitamin, protein dan mineral diutamakan untuk mencegah proses

 penurunan fungsi tubuh.
b. Gula cepat diserap (absorpsi) sehingga mengakibatkan perubahan kadar gula darah dan  memungkinkan terjadinya obesitas (kegemukan) dan diabetes.
Makanan yang boleh: Beras, kentang, singkong, terigu, gula yang diolah tanpa garam  seperti  macaroni, mie, biscuit dll.

Makanan yang sebaiknya dihindari : Roti, biscuit dan kue yang dimasak dengan garam      dapur.

2. Protein


Fungsi dari protein sebagai zat pembangun dari sel tubuh.
Pada lansia sebaiknya memilih daging unggas-unggasan daripada daging sapi atau kambing dan hendaknya tidak makan lebih dari 2 potong daging perharinya.
Makanan yang boleh: daging, ikan telur dan susu, semua kacang-kacangan dan sayuran.
Makanan  yang sebaiknya dihindari: ikan asin, keju, kornet, ebi, telur asam, pindang, dendeng, udang, kacang tanah dan sayuran yang dimasak/ diawetkan dengan garam dapur.

3. Lemak

Lemak berfungsi sebagai pelarut vitamin A,D,E dan K, membentuk tekstur makanan dan memberi rasa kenyang yang lama. Lemak juga berfungsi sebagai cadangan energi.
Pada lansia lemak sebaiknya dibatasi , mengingat:
a.Berkurangnya aktifitas tubuh sehingga kebutuhan energi juga menurun.
b.Berkurangnya produksi enzim mengakibatkan pencernaan lemak tidak sempurna, sehingga  membebani usus dan lambung yang akan mengakibatkan gangguan pada usus.

c.Lemak dengan kandungan asam lemak jenuh yang tinggi memicu penyakit jantung dan  pembuluh darah.

d.Kelebihan lemak akan disimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk timbunan lemak yang menyebabkan kegemukan.

e. Cenderung mengakibatkan kanker usus.
f. Makanan yang boleh: minyak margarine dan mentega tanpa garam.
g. Makanan yang yang sebaiknya dihindari: margarine dan mentega biasa

4. Vitamin

Fungsi dari vitamin yaitu untuk mempercepat metabolisme, mempertahankan fungsi jaringan tubuh dan mempengaruhi pertumbuhan dan pembentukan jaringan.
Pada lansia,  vitamin sangat penting, terutama vitamin B1 agar tubuh selalu bugar. Contoh makanan: beras merah.
Makanan yang boleh: semua buah yang tidak diawetkan dengan garam/ soda.
Makanan yang sebaiknya dihindari: durian, buah-buahan yang diawetkan dengan garam,  dan soda, kopi dan coklat.

5. Mineral dan Air
Fungsi dari mineral yaitu pembentukan jaringan tubuh, memelihara keseimbangan asam basa dll. Pada lansia, kalsium sangat penting karena , terutama lansia wanita mudah terjadi osteoporosis akibat menopause. Contoh makanan yang tinggi kalsium adalah susu, ikan yang dimakan dengan tulangnya , sayuran hijau, kedelai dan rumput laut.

Lansia hendaknya minum 6-8 gelas sehari mengingat fungsi ginjal menurun dan melancarkan BAB.
Lansia hendaknya mengurangi natrium dengan cara membatasi garam dapur.


6. Serat
Serat tidak dapat dicerna, maka serat tidak mengandung gizi tetapi tetap dibutuhkan untuk mencegah sembelit, wasir, kanker usus, penyakit jantung dan kegemukan bila

kekurangan serat.



Serat ada 2 jenis:
a. Larut dalam air yang berfungsi mengikat kolesterol
b. Tidak larut dalam air yang berfungsi melancarkan BAB.
B. Petunjuk Penggunaan Garam Untuk Penderita Hipertensi

Gambar : Garam
Untuk penderita hipertensi terdapat 3 diet:
a.       Diet rendah garam 1 : untuk penderita hipertensi
       berat dianjurkan untuk tidak menambahkan garam  

       dapur dalam makanan.
 b.   Diet rendah garam II: Ditujukan untuk penderita  hipertensi sedang (100-114 mmHg).

       Garam dianjurkan ¼ sendok the garam dapur.
 c.   Diet rendah garam III: Ditujukan untuk penderita hipertensi ringan (diastole kurang dari 100 mmHg), garam dapur dianjurkan ½ sendok teh.




C. TIPS Pemberian Makanan Bagi lansia Dengan Hipertensi
a. Hendaknya lansia makan dengan porsi kecil tapi sering
b. Makanlah makanan yang mudah dicerna
c. Hindari makanan yang terlalu manis, gurih, goreng-gorengan dll.
d. Makan makanan yang lembek untuk lansia yang kondisi giginya kurang baik.


Medan, 02 April  2012, Oleh dr. Muhammad Irfan Lubis




Sabtu, 15 Oktober 2011

Menjaga Kesehatan Ginjal

dr.Muhammad Irfan Lubis
Banyak orang yang mengabaikan hal-hal kecil karena kesibukan mereka. Salah satu organ tubuh manusia yang penting untuk dijaga adalah ginjal. Ginjal merupakan bagian dari saluran kemih. Fungsi utama sistem organ yang kompleks ini adalah membuang kelebihan cairan dan produk sisa dari darah. Ginjal juga berfungsi sebagai kelenjar endokrin, yaitu menghasilkan hormon yang penting bagi pembentukan sel darah merah, mengatur tekanan darah, serta pembentukan tulang. Bila ginjal tidak berfungsi (gagal ginjal), sisa metabolisme yang tidak dikeluarkan tubuh akan menjadi racun bagi tubuh sendiri. Racun ini akan menimbulkan keluhan mual, muntah, sakit kepala hebat sampai penurunan kesadaran.




Untuk menjaga agar ginjal selalu sehat, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan yaitu :

1. ATUR  POLA MAKAN
Perhatikan pola makan Anda dengan makanan sehat. Hindari makanan olahan, batas garam, pilih padi-padian, buah, dan sayuran organik.
Hindari makanan olahan, batasi garam, ganti daging penuh lemak dengan ikan atau daging putih tanpa lemak.









2. JAGA PENCERNAAN.


Tambahkan konsumsi probiotik, pre-biotik, dan makanan kaya serat.
Cara ini juga baik untuk mengurangi efek buruk pestisida yang ada pada makanan.
Perbanyak makan serat, yang bisa diambil dari sayuran dan buah-buahan. Cara ini baik untuk menjaga pencernaan dan juga mengurangi pestisida yang ada pada makanan.








3. HATI-HATI KONSUMSI OBAT 
    PEREDA NYERI.

Penggunaan obat-obat pereda nyeri sebaiknya dikonsultasi-kan dengan dokter Anda.












4. STOP MEROKOK.

Hasil studi yang dipublikasikan oleh American Physiological Society pada tahun 2007 menyimpulkan bahwa nikotin merupa-kan faktor utama yang menyebabkan gangguan ginjal.











5. HINDARI ALKOHOL


Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkat-kan tekanan darah, salah satu masalah yang bisa berujung pada gangguan ginjal. Juga membuat orang sering berkemih sehingga berisiko mengalami dehidrasi.









6. BANYAK MINUM AIR PUTIH DAN  RAJIN BEROLAHRAGA

Minum air sedikitnya 6-8 gelas air putih (takaran 1500-2000 mL) sehari.
Jangan malas berolahraga. Jalan kaki 4-5 kali seminggu cukup untuk membantu menjaga kesehatan detak jantung, yang juga baik untuk ginjal Anda.


Demikian beberapa cara untuk menjaga ginjal anda agar tetap sehat. Mencegah lebih baik daripada mengobati.


SELAMAT  MENCOBA…..


Jumat, 09 September 2011

Diet Pada Pasien Hemodialisis

DIET PADA PASIEN HEMODIALISIS

Gagal ginjal merupakan ketidakmampuan ginjal memenuhi fungsinya secara optimal yang dinilai dengan beberapa parameter tertentu. Proses hemodialisis menggantikan fungsi dari ginjal tersebut. Kualitas hidup penderita gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisis sewaktu-waktu dapat menurun. Adalah hal penting bagi penderita maupun keluarga agar dapat menjaganya, salah satunya yaitu dengan mengatur pola diet yang tetap dan tetap memiliki rasa yang enak.
MANFAAT DAN TUJUAN DIET
• Mencegah kekurangan nutrisi, mempertahankan dan memperbaiki status nutrisi      penderita
• Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
• Mencegah akumulasi zat-zat beracun hasil dari metabolisme tubuh terutama ureum.
• Membantu mengontrol tekanan darah atau kadar gula darah (dengan riwayat Diabetes) dan berat badan secara normal.
CARA AGAR DIET BERLANGSUNG EFEKTIF
• Kenali kondisi penyakit dan terapi yang dijalani. Pola diet belum tentu sama pada setiap pasien hemodialisis.                         
 • Sesuaikan aturan diet bagi penderita gagal ginjal dengan sisa fungsi ginjal dan ukuran tubuh (tinggi maupun berat badan).
• Bisa saja pasien kehilangan selera makan. Sangat penting dijaga selera makannya. Sajikan makanan kesukaan pasien tetapi masih dalam batas diet yang ditetapkan.

BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA DIET PASIEN HEMODIALISIS
DIET RENDAH KALIUM (POTASSIUM) DAN NATRIUM (SODIUM)

Natrium banyak terkandung dalam garam dapur (natrium klorida), sedangkan kalium banyak pada buah dan sayur. Bagi penderita gagal ginjal, hindari makanan yang mengandung natrium tinggi. Nilai normal natrium adalah 135 -  145 mmol/L dan kalium  3.5-5.5 mmol/L.

Kalium adalah mineral yang ada dalam makanan. Kalium memiliki peran penting dalam aktivitas otot polos (terutama otot jantung)  dan sel    saraf.
Ginjal normal akan membuang kelebihan kalium, namun pada pasien, kemampuan tersebut menurun, sehingga  dapat terjadi akumulasi/ penimbunan kalium dalam darah. Biasanya konsentrasi kalium yang tinggi adalah lebih berbahaya daripada konsentrasi kalium yang rendah.
Konsentrasi kalium darah yang lebih dari 5.5 mEq/L akan mempengaruhi sistem konduksi listrik jantung.
Kadar kalium yang sangat tinggi akan membuat otot melemah, mengganggu irama jantung dan dapat menyebabkan kematian. Pilih buah/sayur yang rendah kalium.
MAKANAN YANG TINGGI KALIUM
Buah :, pisang, alpukat, kurma, duku, pepaya,  apricot, kismis, prune, Sayuran: petersell, daun papaya muda, bayam, bawang putih, kapri, seledri batang, kembang kol, bit ,daun prei.

Kandungan kalium dalam buah dan sayur ternyata dapat dikurangi. Berikut ini caranya:
-  Kupas sayur atau buah, potong tipis, cuci dengan air mengalir.
-  Letakkan dalam mangkok, tambahkan air hangat sampai sayur atau buah terendam.  
 Rendam minimum 2 jam sebelum  dimasak
- Buah dan sayuran dapat dilakukan dua kali perebusan, lalu air rebusan dibuang dan tiriskan.
Biasakan rebus dalam air banyak, sehingga kalium terbuang.
 FOSFOR DAN KALSIUM

Tubuh memerlukan keseimbangan fosfor dan kalsium, terutama untuk membangun massa tulang. Jika ginjal sudah tidak berfungsi dengan baik maka kadar fosfor naik sehingga kalsium menjadi turun. Agar aliran darah tetap stabil, pasokan kalsium diambil dari tulang sehingga massa kalsium dalam tulang menjadi berkurang. Hal ini yang menyebabkan tulang mudah retak atau patah. Jumlah fosfor yang dibutuhkan sehari 800-1.200 mg, sedangkan kalsium 1.000 mg. Agar dapat menyeimbangkan jumlah keduanya, sebaiknya perhatikan kandungannya dalam bahan makanan.  Dalam darah, nilai normal phosphor: 2,5 - 4,5  mg/dl, sedangkan kalsium 8,4 - 10,2 mg/dl
Phosphor adalah mineral yang dibutuhkan tubuh untuk tulang. Jika ginjal tidak berfungsi baik, kelebihan phosphor tidak bisa dibuang. Kadar phosphor yang tinggi dapat menurunkan kadar kalsium di tulang, melepaskannya ke darah, sehingga kadar kalsium dalam darah meningkat. Ini akan menyebabkan tulang rapuh, gatal2, tulang nyeri dan mata merah.

 TIPS UNTUK DIET PHOSPHOR:
 1. Batasi makanan yang banyak mengandung phospor
 2. Mengkonsumsi obat pengikat phosphor/phosphate binder, Seperti kalsium karbonat (CaCO3) dan Aluminium hidroksida.
Obat ini dikonsumsi di pertengahan makan agar efektif…!!!

MAKANAN TINGGI PHOSPHOR:
Produk susu     : Susu, Keju, Yoghurt, Es  krim.
Produk sereal   : Oatmeal, Coklat, Waffle, Roti gandum.

Sayuran: Kacang2an, Biji bunga matahari, Kedelai,

Daging, Ikan dan telur: Hati, Seafood (udang, kepiting), Kuning Telur, Sarden, Ikan Bilis.

CAIRAN
Pada pasien hemodialisis mudah terjadi penumpukan cairan yang berlebih karena fungsi ekskresi ginjal yang terganggu.  Asupan cairan dalam 24 jam setara dengan urin yang dikeluarkan 24 jam ditambah 500 cc (berasal dari pengeluaran cairan dari keringat dan BAB). Ingat juga bahwa makanan berkuah tetap dihitung sebagai cairan.
Tips untuk hemat air: sebaiknya mengkonsumsi obat dengan makanan.
Tips mengurangi rasa haus:
1. Kurangi konsumsi garam                   2. Mengisap/mengkulum es batu. 3.Mengunyah permen karet.

 Bahan-bahan yang dianjurkan untuk ditingkatkan konsumsinya
1. Protein
Protein dibutuhkan untuk membangun jaringan tubuh, seperti tulang, otot, kulit, dan rambut. Protein juga membantu tubuh melawan infeksi, menjaga kadar albumin darah tetap stabil, mempertahankan keseimbangan nitrogen, dan mengganti asam amino yang hilang saat dialisis. Kebutuhan protein bisa diperoleh dari hewani, seperti daging, ikan, ayam, telur ,keju, dan susu. Selain itu, dari protein nabati, seperti tahu dan tempe. Untuk hasil yang optimal, kedua jenis protein tersebut harus dikonsumsi secara berimbang tiap hari.
Asupan protein per hari yang dianjurkan adalah 1-1,5 g/kg berat badan (BB) ideal.
2. Kalori
Kebutuhan kalori (energi) per hari sekitar 35 kkal/kg BB. Beberapa makanan yang mengandung kalori tinggi, seperti mentega, nasi, lontong, mie, bihun, dan makanan yang digoreng.
3. Lemak
Kebutuhan lemak per hari adalah 10-25% dari total kebutuhan energi. Lemak yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah lemak tak jenuh, seperti minyak nabati, minyak jagung, dan minyak zaitun.
4. Karbohidrat
Kebutuhan karbohidrat yang dianjurkan adalah 60-75% dari total kebutuhan energi. Beberapa makanan yang mengandung karbohidrat, seperti nasi, mie, bihun, jagung, kentang, dan roti.