Advertise

Terimakasih telah mengunjungi Blog kami

Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan. Jln D.I.Panjaitan No.144, Telp. 061.4148722,4526225,4523376, Fax 4579443, Medan 20119

Terimkasih telah mengunjungi Blog kami

Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan. Jln D.I.Panjaitan No.144, Telp. 061.4148722,4526225,4523376, Fax 4579443, Medan 20119

Terimakasih telah mengunjungi Blog kami

Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan. Jln D.I.Panjaitan No.144, Telp. 061.4148722,4526225,4523376, Fax 4579443, Medan 20119.

Terimakasih telah mengunjungi Blog kami

Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan. Jln D.I.Panjaitan No.144, Telp. 061.4148722,4526225,4523376, Fax 4579443, Medan 20119.

Terimakasih telah mengunjungi Blog kami

Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan. Jln D.I.Panjaitan No.144, Telp. 061.4148722,4526225,4523376, Fax 4579443, Medan 20119.

Senin, 04 Juli 2016

EMERGENCY HEMODIALISIS TETAP DILAYANI

Sehubungan dengan Libur Nasional Hari Raya Idul Fitri 1437 H dan cuti bersama  tanggal 04, 05 dan 08 Juli 2016, disampaikan kepada seluruh pelanggan hemodialisis Klinik Spesialis Ginjal dan Hipertensi Rasyida Medan, bahwa layanan hemodialisis hanya tutup pada hari Raya Idul Fitri saja yaitu tanggal 06 dan 07 Juli 2016. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa tindakan hemodialisis harus tetap dilaksanakan bagi pasien yang sudah terjadwal, sehingga kami akan melaksanakan perubahan pelayanan hemodilalisis  sebagai berikut :


1.     Tanggal 04, 14, 15 dan 16 Juli 2016, hari Senin, Kamis, Jum’at dan Sabtu pelaksanaan hemodialisi dimulai jam 07. 00 Wib, shift kedua dimulai jam 12.00 Wib. 

2.     Tanggal  05 Juli 2016, hari  Selasa pelaksanaan  hemodialisis shift  pertama dimulai  jam 00.00 Wib, shift kedua jam 05.00 Wib, shift ketiga jam 10.00 Wib.

3.    Tanggal  08 Juli 2016, hari  Jum’at pelaksanaan  hemodialisis shift pertama dimulai  jam 00.00 Wib, shift kedua jam 05.00 Wib, shift ketiga jam 10.00 Wib.

4.     Tanggal  09, 10,11 dan 13 Juli 2016, hari  Sabtu, Minggu, Senin dan Rabu pelaksanaan  hemodialisis hanya satu shift  dimulai  jam 07.00 Wib.

5.    Tanggal 12 Juli 2016, hari Selasa pelaksanaan  hemodialisis shift  pertama dimulai  jam 05.00 Wib, shift kedua jam 10.00 Wib, shift ketiga jam 15.00 Wib.

6.     Tanggal 6 dan 7 Juli 2016 Hari Rabu dan Kamis hari Libur Nasional Idul Fitri 2016, operasional Klinik Spesilais Ginjal dan Hipertensi Rasyida diliburkan, tetapi pelayanan tindakan Cito Hemodialisis (emergency) tetap dilayani. 

7.     Hari Senin tanggal 18 Juni 2016 jadwal pelaksanaan HD pasien kembali normal seperti biasa.

8.  Jadwal pelaksanaan Hemodialisis  dapat menghubungi petugas atau perawat kami.                                              
9.  Bagi pasien luar kota yang akan melaksanakan dialisis dengan Travelling, di Klinik Rasyida agar terlebih dahulu menghubungi petugas kami :

               Dika Hp. 0822-7793-0767 
               RITA  Hp. 0812-9386-5081
               SRI    Hp. 0853-5858-4062
               Loly  Hp. 0822-7303-3436
                 dan Petugas Handling Complain kami :
               LIAN Hp. 0852-6179-2121

     Perlu kami ingatkan bagi  masyarakat yang berlebaran atau mudik agar tidak lupa membawa kartu peserta BPJS Kesehatan. 
    Seluruh  Komisaris, Direksi dan karyawan KSGH Rasyida memohon ma'af atas  segala kekurangan dalam melayani pelanggan kami. Minal Aidzin al Faidzin, Mohon maaf lahir dan bathin.


Rabu, 16 Maret 2016

SEMINAR AWAM : "DIET PASIEN GAGAL GINJAL YANG MENJALANI HEMODIALISIS"


dr.Widodo Adi Prasetyo
Oleh : dr. Widodo Adi Prasetyo

Pasien yang menjalani terapi hemodialisis harus dilakukan penyesuaian diet. Diet yang berimbang diperlukan untuk tetap menjaga kondisi yang baik ketika ginjal tidak berfungsi normal. Untuk mempertahankan kondisi tersebut, pasien harus mengkonsumsi jenis dan jumlah makanan yang tepat setiap hari. Pasien diharapkan mendapatkan asupan protein, kalori, cairan, vitamin dan mineral yang cukup sesuai kebutuhan tubuh. Diet yang baik untuk pasien dialisis adalah kecukupan dalam asupan protein, kecukupan kalori, rendah kalium, rendah natrium, rendah fosfor dan cairan yang terkontrol. 

Pengaturan diet harus diberikan dalam jangka panjang, sehingga ada kemungkinan pasien sulit mematuhinya yang akan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan dari pengaturan diet tersebut. Ketidakpatuhan pasien terhadap diet telah menjadi masalah serius yang di hadapi tenaga kesehatan profesional. Ketidakpatuhan terhadap diet dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah, diantaranya adalah anemia akibat kurang cukupnya asupan nutrisi yang mendukung pembentukan hemoglobin, malnutrisi akibat kurangnya asupan protein, timbulnya gejala sesak nafas dan edema paru akibat asupan cairan berlebih, serta timbul gejala lainnya.  

Terdapat perbedaan pemberian asupan protein pada pasien penyakit ginjal kronis pada saat sebelum menjalani hemodialisis dan sesudah menjalani hemodialisis. Pada pasien penyakit ginjal kronis sebelum menjalani hemodialisis dianjurkan untuk membatasi asupan protein, sedangkan pada pasien penyakit ginjal kronis sesudah menjalani hemodialisis dianjurkan untuk meningkatkan asupan protein. Ketidaktahuan pasien hemodialisis akan informasi ini membuat para pasien tersebut ragu akan makanan apa yang dapat dikonsumsi maupun tidak dapat dikonsumsi. Hal ini yang dapat menyebabkan kondisi pasien menjadi menurun dan cenderung terjadi suatu malnutrisi.

Tujuan diet
•       Membantu memberikan energi yang optimal untuk beraktivitas
•       Membantu meningkatkan berat kering
•       Membantu membangun otot dan jaringan tubuh
•       Mencukupi kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan perorangan agar status gizi optimal
•       Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit

Kebutuhan kalori 
Kalori berasal dari semua makanan yang dikonsumsi. Fungsi kalori diantaranya sebagai sumber energi tubuh dan membantu protein untuk membangun massa otot. Kebutuhan kalori setiap individu berbeda sesuai dengan berat badannya. Konsumsi makanan sesuai kebutuhan tubuh agar terhindar dari kehilangan berat badan.

Kebutuhan kalori: 30-35 kkal/kg BB/hari.

Cara menghitung berat ideal tubuh:
               IMT    : BB (kg)
                                    TB2 (m2)

IMT
KATEGORI
< 18.5
Berat badan kurang
18.5 – 22.9
Berat badan normal
≥ 23
Kelebihan berat badan
23 – 24.9
Berisiko menjadi obes
25 – 29.9
Obes I
≥ 30
Obes II
 Kategori Indeks Massa Tubuh

Protein 
Sebelum hemodialisis, pasien penyakit ginjal kronik dianjurkan untuk membatasi asupan protein untuk memelihara fungsi ginjal yang tersisa. Sesudah hemodialisis, pasien penyakit ginjal kronik dianjurkan meningkatkan asupan protein
Fungsi protein:
·         Membentuk otot
·         Pertahanan terhadap infeksi
·         Memperbaiki jaringan tubuh yang rusak
·         Menjaga kadar albumin darah tetap stabil
·         Mengganti asam amino yang hilang saat dialisis

Sumber protein hewani diantaranya ayam, telur, daging, ikan, udang, sedangkan sumber protein nabati diantaranya kacang kedelai (tahu, tempe). Makanan yang memiliki kandungan protein tinggi biasanya memiliki kandungan fosfor yang tinggi.
Kebutuhan protein : 1 - 1.2 gr/kg BB/hari

Air 
Air adalah suatu zat berwujud cair pada suhu ruangan. Agar tidak terjadi penumpukan cairan di tubuh maka jumlah asupan air yang dikonsumsi harus seimbang dengan pengeluaran.
Jumlah air / hari : 500 ml + jumlah urin 24 jam



Natrium 
Natrium adalah mineral yang diperlukan tubuh. Menkonsumsi natrium banyak dapat menimbulkan rasa haus dan menyebabkan bertambahnya konsumsi air. Kadar normal natrium dalam darah yaitu 135 – 145 mEq/L. Gejala yang timbul jika kelebihan asupan air dan natrium pada pasien hemodialisis diantaranya bengak di sekitar mata, tangan atau kaki, perut membesar (ascites), kenaikan berat badan (berat air), Kenaikan tekanan darah serta sesak nafas.
Jumlah konsumsi natrium : 2,5 gr /hari

Kalium (Potasium) 
Kalium merupakan mineral penting lain yang terdapat dalam makanan yang dibutuhkan  Fungsi Kalium diantaranya membantu kerja otot dan jantung dan  membantu kerja sel saraf . Kadar kalium yang kurang maupun lebih dapat membahayakan. Ginjal normal akan membuang kelebihan kalium, namun pada fungsi ginjal yang menurun dapat terjadi akumulasi kalium dalam darah. Dampak yang timbul jika kelebihan asupan kalium pada pasien hemodialisis  jantung berdebar, henti jantung , maupun kematian. Kadar normal kalium darah   yaitu 3,5 – 5 mEq/L
Jumlah konsumsi kalium : 1.6 – 2.8 gr /hari

TIPS mengurangi kandungan kalium pada buah dan sayur :
-          Kupas buah dan sayur, potong tipis, lalu cuci dengan air mengalir
-        Letakkan dalam mangkok, tambahkan air hangat sampai terendam (sebanyak 10 kali jumlah bahan makanan)
-          Rendam selama ± 2 jam
-          Angkat dan bilas dengan air mengalir

Cara mengontrol kadar kalium diantaranya membatasi konsumsi makanan tinggi kalium, perhatikan porsi makanan yang mengandung kalium serta membaca label kandungan pengganti garam. Tips membatasi konsumsi kalium diantaranya fokus membatasi makanan dengan kadar kalium tinggi, membatasi susu dan produk susu (cukup 1 cangkir per hari), batasi kalium dengan beralasan dan jangan mengkonsumsi buah berlebihan dalam 1 hari

Kalsium 
Kalsium merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk membangun massa tulang. Salah satu gajala kekurangan kalsium, timbul gejala nyeri sendi ataupun tulang. Penyebab kekurangan kalsium diantaranya asupan kalsium yang tidak adekuat, penyerapan di usus yang tidak baik yang dikarenakan hormon kalsitriol menurun, serta kadar fosfor yang tinggi.  Kadar normal kalsium darah : 8.5 – 10.5 mEq/l

Jumlah konsumsi kalsium : 1 – 1.5 gr /hari
Fosfor 
Fosfor merupakan mineral tubuh yang terdapat di dalam tulang dan gigi. Fosfor dan kalsium mempunyai hubungan yang sangat erat.Konsumsi fosfor yang tinggi akan berdampak pada penarikan kalsium dalam tulang yang bisa membuat tulang menjadi rapuh. Kadar fosfor yang tinggi bisa berdampak pada pengapuran di berbagai tempat di tubuh (sendi, pembuluh darah, kulit). Asupan protein berhubungan dengan asupan fosfor. Agar obat pengikat fosfor bekerja optimal, maka harus diminum bersamaan dengan makan.  Kadar normal fosfor darah : 3.0 – 5.5 meq/l

Jumlah konsumsi fosfor : 0.8 – 1.2 gr /hari

Tips pasien terapi pengganti ginjal :
•    Mual : makanlah makanan dengan porsi sedikit tapi sering, serta kunyah makanan secara perlahan
•       Susah buang air besar : konsumsi sayur – sayuran dengan pengolahan yang tepat
•       Rasa haus : kurangi konsumsi garam (asin), makan permen asam, mengulum es
•       Perut terasa penuh :  makan dalam jumlah kecil, prioritas sumber lauk pauk
•       Nafsu makan menurun :  pertajam rasa makanan dengan berbagai bumbu
 DOKUMENTASI SEMINAR AWAM 
Ketua Panitia : dr. Saddam Emir Pratama memberikan kata sambutan

Wakil Direktur Klinik Rasyida dr.Syaiful M.Stitompul memberi kata sambutan

dr.Widodo Adi Prasetyo sebagai pemateri diet pada pasien gagal ginjal





pemberian cendera mata bagi peserta seminar awam

pemberian cendera mata oleh Manager Medir dr.Riri Andri Muzasti,MKed,SpPD

Panitia Seminar Awam Tahun 2016